Ketika gratis = gratis dan mereka tidak mengenal 3,5 abad

“Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar Belanda?”

Pertanyaan itu terlintas begitu saja beberapa waktu yang lalu, semua orang akan menerawang jauh dengan imajinasinya masing-masing apabila dilontarkan pertanyaan yang sama. Begitu juga dengan saya, salah satunya yang paling mengena adalah kota Amsterdam… Entah kenapa ini menjadi yang paling berkesan di pikiran saya. Sementara yang lain melayang ke bunga tulip dan kincir angin.

Satu sisi yang saya ingin tau lebih banyak mengenai negeri Belanda adalah masa kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia zaman dahulu. Ya penjajahan dari kolonial Belanda, saya sendiri tidak banyak yang mengetahui seperti apa persisnya mengenai penjajahan ini (tepatnya karena tidak berada di zaman-nya :) ) hanya sebatas membaca literatur dan mendengar dari cerita nenek yang menjadi pengantar tidur.

Banyak cerita yang menarik yang terjadi kala itu, dari hal lucu sampai yang mengerikan, bahkan setahu saya para kolonial memiliki catatan buruk di negeri ini. Sempat terpikir apakah kejadian ini menjadi sejarah juga di negeri asal mereka?

Sekitar satu bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 10 maret 2009 saya sempat berbincang dengan warga asli sana, yang kebetulan dia adalah teman sekaligus klien di tempat saya bekerja, berikut cuplikan percakapannya:

* S = klien, I = saya sendiri


S: yeah, Indonesia and Holland have some connection together
S: dark side of our history
S: haha
I: yeah haha
S: we don’t even learn at school
S: what happened
S: we learned how the germans came into our country
S: but not how we came in to Indonesia
S: I always wondered why
S: just about how the Israely came in to the GAZA
S: we also don’t learn at school
S: that many people died
I: there’s no topic about this in your history lesson?
S: no
S: not general history
S: strange isn’t it?
I: yes it’s

Dan satu yang cukup mengejutkan saya yaitu bahwa mereka sama sekali tidak tau bahwa nenek moyangnya pernah menjajah selama 3,5 abad lho di Indonesia ke negara lain (doh)


I: it because holand have control over Indonesian for 300 years as colonial (akan didiskusikan lagi dengan kenalan saya mengenai kolonialisme ini)
S: 300 years?
S: so long
S: haha
S: and how did they treat the Indonesian people?
S: well or not?
I: yeah the exact is about 350 years
I: actually they didn’t treat well

S: oo o
S: that’s sad

Hum, memang cukup aneh untuk kasus ini. Seandainya mereka tidak menjajah negara-negara lain zaman dulu kala mungkin tidak akan ada yang namanya madurodam, dan bahkan negara ini tidak akan mendapat kekayaan seperti yg sekarang di dapat, sampai-sampai yg tidak bekerja saja digaji, ah itu hanya seandainya. Lagipula ini sudah bagian dari sejarah dan saya hanya mengungkapkan apa yang sedang saya pertanyakan mengenai kenyataan bahwa di negara penjajah ternyata tidak diberitakan sejarah kelam tersebut :)

Ketika gratis = gratis

Ini mungkin hikmah yang bisa diambil, dengan perjuangan dan pengorbanan yang begitu besar saat itu, sekarang kita bisa menikmati keragaman yang ada, bahkan saya baru tahu kalau kata “gratis” di Belanda juga ada lho kata ini, “gratis” dalam Dutch sama artinya dengan “gratis” bahasa Indonesia. Ah sungguh indah keragaman ini.

Update:

Terima Kasih untuk komentar Redy, karena komentar itu, akhirnya saya melakukan crosscheck lagi mengenai informasi ini :) , komentarnya mengisyaratkan bahwa ada simpang siur mengenai berapa lama Belanda menjajah Indonesia.

Sewaktu saya bersekolah dulu, saya hanya mendapat informasi data seperti yang saya sebutkan di artikel ini, dan sekarang setelah melakukan googling, saya menemukan artikel-artikel sejenis yang membahas sejarah kemunculan mereka di Indonesia dan mengenai kontrofersi benarkah 3,5 abad mereka menjajah Indonesia. Ada pendapat lain?.

Berikut artikel-artikel yang saya dapat:

*Jangan menyerah, tetap semangat untuk mengetahui sejarah dan kebudayaan bangsa lain ya ;)

Ralat:

Dengan ini saya ralat pernyataan mengenai berapa lama mereka menjajah bangsa Indonesia, benar seperti yang disampaikan Poetra bukan berarti mereka datang lantas langsung menjajah, mungkin kata yang tepat adalah mereka mendatangi negara-negara lain sudah selama -+ 3,5 abad, begitu ya?.

Saya juga merasa bingung mengenai sejarah yang saya terima dahulu seperti itu, dan pada kenyataan memang belum tentu seperti itu (ah jadi bingung). Akan saya konfirmasikan mengenai hal ini. Mari berdiskusi lagi… :)

Maafkan kalau saya keliru ya teman-teman.



Related Posts

Comments (12)

  1. on Friday, May 1, 2009 at 4:17 am # , Joko Setiawan wrote:

    “gratis” dalam Dutch sama artinya dengan “gratis” bahasa Indonesia.

    Tapi cara bacanya ga sama kan Mas..????

    Owh iyah acara BBV apa nich Mas, saya dah jarang masuk forum..??

    Adakah info baru untuk mempererat tali silaturahmi ini..

    Salam hangat Bocahbancar….

    ” Wah kalau mengenai pengucapan “gratis” saya belum tau, hehe…
    BBV baru saja siaran talkshow di radio MGT kemarin sore, info untuk event dll ada di situsnya kok ” -Ihwanul Iman

  2. on Friday, May 1, 2009 at 2:57 pm # , Huang wrote:

    huff.. gratis berarti sama aja free :D

    ” Kalo dalam B.Inggris memang free artinya, hehe ” -Ihwanul Iman

  3. on Saturday, May 2, 2009 at 6:10 am # , Indra wrote:

    gw baru tw, kalo bahasa “gratis” masih diadaptasi dari bahasa belanda!… But, It’s Okay (Legacy)

    ” Hehe, sama baru tau juga :D , jadi teringat ‘dewegan’ (kelapa muda dalam bahasa sunda) ” -Ihwanul Iman.

  4. on Saturday, May 2, 2009 at 6:23 pm # , kezedot wrote:

    selamat malam salam persahabatan aza dulu dech gratis kan?
    salam hangat dalam dimensinya blue

    “salam persahabatan juga, dimensi blue apaan ya?” -Ihwanul Iman

  5. on Sunday, May 3, 2009 at 1:53 pm # , nadya wrote:

    info yang menarik! jadi mereka ga mau nerusin beban “rasa bersalah” itu ke generasi selanjutnya ya? atau mereka emang ga ngerasa bersalah?

    anyway, kayaknya dulu pas masih sekolah saya juga ga diajarin masuknya indonesia ke tim-tim … dikasitaunya cuma bahwa negara kita tuh ngasih listrik, ngadain pembangunan dan bla bla jasa2 lainnya

    lam kenal sesama peserta kompetiblog, main2 ke blog-ku ya, thx :-)

    “Wah kurang tau juga apakah mereka merasa bersalah atau tidak, tapi yg pasti yg saya tau malah rakyatnya si tidak menginginkan acara jajah menjajah seperti itu, ya tapi itu masa lalu :D . Mereka sampai berandai-andai seandainya dahulu kala nenek moyangnya tidak mencuri kekayaan dari hasil penjajahan dari negara2 lain mungkin Belanda tidak akan sekaya seperti sekarang katanya :D .

    Iya saya juga sempat update lebih lanjut mengenai sejarah Belanda datang ke Indonesia, saya sampaikan di paragraf terakhir.

    Salam kenal juga Nadya, nanti saya maen-maen ke sana ;)-Ihwanul Iman.

  6. on Sunday, May 3, 2009 at 9:09 pm # , redy wrote:

    According to some sources, the fact was they NEEDED around 3.5 centuries to colonize, not COLONIZED our beloved Indonesia for 3.5 centuries.

    “Thanks for the info, as far as i know our beloved country was colonized around 3.5 centuries by them *based on my history lesson when i was young ;) – at least*. I’ll update the article with another sources of controversy” -Ihwanul Iman.

  7. on Sunday, May 3, 2009 at 9:10 pm # , redy wrote:

    anyway kalo masalah dawegan masih banyak lagi contohnya, ada kaca spion (spy on) lampu sen (sign) kulkas (cool case) ha ha ha :D

    “What a funny things (lol)” -Ihwanul Iman.

  8. on Sunday, May 3, 2009 at 10:57 pm # , senny wrote:

    lg ikutan lomba yah?

    good luck yaaa

    “Iya Senn, terima kasih” -Ihwanul Iman

  9. on Monday, May 4, 2009 at 1:35 pm # , poetra wrote:

    Betul, wan.. Harus diralat itu pernyataannya, dari segi objektif sejarah. Dan masuknya VOC itu tidak lantas bisa disamakan dengan mulainya penjajahan Belanda :)

    Tar kalo jadi ke Belanda, titip roti bagel ya wan :) )

    “Iya, sudah di ralat Poet, maafkan saya. Kurang mendalam nih pembahasannya (doh). Haha boleh kalau saya kesampean ke Belanda nanti dibawain ;)-Ihwanul Iman

  10. on Monday, May 4, 2009 at 3:33 pm # , rizal wrote:

    kang , naha asa ga nyambung ama tema tulisan yg seharusnya, ’studi di belanda, global comunity’ gitu .
    lagian, jgn lupa postingan nya dkasi tag ’studi di belanda .
    hidup gratis ! hhe

    “Gak nyambung gitu? hum ticket to a global community yg saya tangkap adalah supaya pembaca ingin tau lebih dalam lagi dg Belanda, saya mencoba memberikan gambaran bahwa banyak hal-hal unik di sana yg kadang kita lewatkan sebagai contoh kata “gratis” itu, dan penjajahan adalah hal menarik lainnya untuk dipertanyakan kalau berkesempatan berkunjung ke sana.

    Bahwa apakah benar generasi penerus di sana cenderung tidak mendapatkan pelajaran mengenai sejarah penjajahan para pendahulu mereka ke negara-negara lain ketika para siswa berada di bangku sekolah, Gitu Zal :P

    Bagaimanapun juga seperti yang saya ungkapkan di artikel ini, saya hanya ingin mengungkapkan apa yang menjadi pemikirkan saya mengenai Belanda dan lebih ke ingin mendiskusikan hal ini saja *yg terutama supaya tidak penasaran lagi* ;) .

    Nah yang itu saya gk sempet masukin tag ’studi di belanda’, cuman satu tag yg masuk :P . Update tag… ” -Ihwanul Iman

  11. on Monday, May 4, 2009 at 4:12 pm # , Asri wrote:

    Emh…ini toh yang cuma tinggal beberapa menit ke batas akhir teh? :)

    “gratis”??? kata paling menyita perhatian orang tuh…pasti pada seneng dengan kata itu :)

    *Kak, ajak-ajak adikmu ini ya kalo entar ke Belanda :)

    “Hahaha,,, iya sewaktu kirim konfirmasi via e-mail hanya beberapa menit lagi ke 23:59 :D . Ya kalau dapet jatah buat 2 orang diajak, dan itupun kalau dapet hadiahnya, kalau enggak ya tahun depannya lagi *kalau ada kesempatan ke sana ;) – menghayal*” -Ihwanul Iman

  12. on Thursday, June 11, 2009 at 5:05 pm # , Vanez wrote:

    lha, memang kamu kira madurodam itu tempat apa wan sampe nulis mungkin gak bakal ada madurodam? Itu kan miniatur2 ttg kota2 di Belanda. Mungkin kalo si antillian itu gak ada, yg bikin ya orang belanda kali! Harusnya orang indonesia yah!!!! hahahaha!

    Btw, cuman si S yg dudul kali, gak tau kalo belanda pernah jajah indonesia, only he/she did not know! Buktinya semua orang belanda disini tau kok ttg itu, dan makanya hubungan belanda-indo disini baik2 kok skarang (kalo ttg sama orang marokko mah jangan ditanya deh wan, mereka istilahnya boleh ke laut ajah).

    Btw, Gratis bahasa belandanya dibilang Gratis juga: cuman huruf G nya dibaca agak meng “grrrr” spt yg buang reak hahahaha!

    Dan, iya, memang banyak kata2 bahasa indo yg berasal dari bahasa belanda juga, misalkan:
    - kulkas = Koelkast
    - Horden = Gordijn (tirai)
    - Pintar = Pienter
    - Pikir = Piekeren

    hahaha, banyak lha!

    “iya aku tau Madurodam itu sprti apa, hum… mksdnya dikaitkan dengan ini ya kalau misalkan negara Netherland sana tidak mendapat kekayaan dengan ‘menjajah’ bangsa lain ya pembangunan dan kemewahan bangunan2 tidak akan ada, itu kurang lebih maksudnya :P . *gak tau juga sih seberapa banyak penghasilan dari menjajah hihi*

    Haha S juga smpet bilang sih, kalau data dari dia ini belum tentu akurat :D *tapi aku gk smpet cari data baru, keburu klik publish deh heuheu*

    Wah masih banyak juga ya ternyata bahasa yang mirip. Menarik nih…
    ” -Ihwanul Iman